Semua berawal dari mimpi...
Ya ini benar, karena punya mimpi
akhirnya setiap orang bisa mewujudkan apa yg diinginkan..saya kenal kalimat ini
selama saya di sales, hampir 5 tahun saya berkecimpung di sales dan
kalimat-kalimat ini bukan lagi menjadi teror setiap malam akan tidur tapi menjadi
makanan sehari-hari. Adakalanya saat saya sedang waras saya bisa menjadikan
mimpi saya menjadi kenyataan.
Saya lupa bahkan hampir rasanya
mimpi itu apa setelah saya vakum dari ssales, saya mencoba dunia baru yang saya
pikir ini yang saya mau dan jalani, tp terrnyata tidak. Waktu ternyata bisa
mengubah segalanya. Pikiran saya berubah, impian saya pun ikut berubah.
Well, saya tidak akan
berlama-lama menjelaskan itu apa impian saya, yang terpenting saat ini, saat
saya tidak sabar mengesampingkan pekerjaan lain hanya untuk menuliskan ini. Ya,
ini impian saya, bagian dari mimpi. Saya ingin menjadi penulis. Suatu hari akan
menerbitkan buku, tepatnya buku harian..hoho..impian yang saya pendam cukup
lama, tapi suatu hari saya pasti lakukan itu.
Saya ingin mejadi wanita hebat,
wanita tangguh , wanita cantik, smart. Seperti teh, wanita itu seharusnya
seperti teh, yang di celupkan ke air panas dulu baru warnanya akan keluar.
Bener gak? Artinya apa, wanita akan semakin keluar auranya, ketika di tempa
dengan keras. Ya macem-macem bentuk tempaannya. Patah hati/putus cinta salah
satunya.
Yaaa saya sedang patah hati
karena putus cinta. Gak perlu gengsi mengakuinya meski usia saya saat ini 30
tahun 5 bulan. Ngenes? Ah biasa aja. Gak ada batasan untuk patah hati bukan? Gak
ada undang-undang yang mengatakan saya salah juga bukan. Hal yang lumrah kok
ini.
Saya gak akan bercerita pria
seperti apa yang sudah membuat saya patah hati, gak penting. Yang terpenting
itu adalah apa yang bisa saya lakukan setelah ini. Pelajaran apa yang harus
saya mengerti. Kembali kemimpi, ya saya ingin dia kembali, saya ingin kembali
merebut cintanya, membuat hatinya meleleh. Istimewakah dia? Yaaa sangat..dia
sangat worth it untuk saya perjuangkan. Bukan karena apa yg sudah dia lakukan
selama 1,5 bulan bersama saya dengan 2x pertemuan. Tapi karena dia membuat saya
patah hati. Disitu pointnya.
Saya belajar keluar dari diri
saya, meski nyasar kemana-mana dulu. Kata sahabat ‘out of the box’
Awal dari patah hati saya grabak
grubuk pengen ini itu, meski saya tau apa yang saya inginkan, tapi langkah saya
gak sistematis. Gak smooth, saya lakuin beberapa hal konyol, kekanak-kanakkan.
Saya menjadi orang yang tidak sabaran untuk menunggu, untuk berpikir dengan
tenang. Well, setidaknya sampai 5 hari setelah putus cinta. Saya punya banyak
rencana dalam kepala saya musti ina inu anu itu, bagus sih karena membuat saya
menggali apa yg selama ini tersimpan, memcairkan otak saya yg selama ini beku.
Selama 9 bulan terakhir sejak tidak di sales lagi saya Cuma seperti onggokan
daging yg punya otak sebagai aksesoris saja. Tapi sekarang pikiran saya
kemana-kemana. Saya mencoba melihat dalam kotak masalah saya apa, dan solusinya
apa.
Tapi mimpi gak Cuma sekedar
mimpi, saya harus yakin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar