Mengenai Saya

Foto saya
perempuan dewasa muda yang hanya ingin bahagia lahir dan bathin...

Senin, 23 September 2013

MIMPI


Semua berawal dari mimpi...

Ya ini benar, karena punya mimpi akhirnya setiap orang bisa mewujudkan apa yg diinginkan..saya kenal kalimat ini selama saya di sales, hampir 5 tahun saya berkecimpung di sales dan kalimat-kalimat ini bukan lagi menjadi teror setiap malam akan tidur tapi menjadi makanan sehari-hari. Adakalanya saat saya sedang waras saya bisa menjadikan mimpi saya menjadi kenyataan.
Saya lupa bahkan hampir rasanya mimpi itu apa setelah saya vakum dari ssales, saya mencoba dunia baru yang saya pikir ini yang saya mau dan jalani, tp terrnyata tidak. Waktu ternyata bisa mengubah segalanya. Pikiran saya berubah, impian saya pun ikut berubah.
Well, saya tidak akan berlama-lama menjelaskan itu apa impian saya, yang terpenting saat ini, saat saya tidak sabar mengesampingkan pekerjaan lain hanya untuk menuliskan ini. Ya, ini impian saya, bagian dari mimpi. Saya ingin menjadi penulis. Suatu hari akan menerbitkan buku, tepatnya buku harian..hoho..impian yang saya pendam cukup lama, tapi suatu hari saya pasti lakukan itu.
Saya ingin mejadi wanita hebat, wanita tangguh , wanita cantik, smart. Seperti teh, wanita itu seharusnya seperti teh, yang di celupkan ke air panas dulu baru warnanya akan keluar. Bener gak? Artinya apa, wanita akan semakin keluar auranya, ketika di tempa dengan keras. Ya macem-macem bentuk tempaannya. Patah hati/putus cinta salah satunya.
Yaaa saya sedang patah hati karena putus cinta. Gak perlu gengsi mengakuinya meski usia saya saat ini 30 tahun 5 bulan. Ngenes? Ah biasa aja. Gak ada batasan untuk patah hati bukan? Gak ada undang-undang yang mengatakan saya salah juga bukan. Hal yang lumrah kok ini.
Saya gak akan bercerita pria seperti apa yang sudah membuat saya patah hati, gak penting. Yang terpenting itu adalah apa yang bisa saya lakukan setelah ini. Pelajaran apa yang harus saya mengerti. Kembali kemimpi, ya saya ingin dia kembali, saya ingin kembali merebut cintanya, membuat hatinya meleleh. Istimewakah dia? Yaaa sangat..dia sangat worth it untuk saya perjuangkan. Bukan karena apa yg sudah dia lakukan selama 1,5 bulan bersama saya dengan 2x pertemuan. Tapi karena dia membuat saya patah hati. Disitu pointnya.
Saya belajar keluar dari diri saya, meski nyasar kemana-mana dulu. Kata sahabat ‘out of the box’
Awal dari patah hati saya grabak grubuk pengen ini itu, meski saya tau apa yang saya inginkan, tapi langkah saya gak sistematis. Gak smooth, saya lakuin beberapa hal konyol, kekanak-kanakkan. Saya menjadi orang yang tidak sabaran untuk menunggu, untuk berpikir dengan tenang. Well, setidaknya sampai 5 hari setelah putus cinta. Saya punya banyak rencana dalam kepala saya musti ina inu anu itu, bagus sih karena membuat saya menggali apa yg selama ini tersimpan, memcairkan otak saya yg selama ini beku. Selama 9 bulan terakhir sejak tidak di sales lagi saya Cuma seperti onggokan daging yg punya otak sebagai aksesoris saja. Tapi sekarang pikiran saya kemana-kemana. Saya mencoba melihat dalam kotak masalah saya apa, dan solusinya apa.

Tapi mimpi gak Cuma sekedar mimpi, saya harus yakin.

Jumat, 06 September 2013

Kamu...masih seseorang yang sangat Aku rindukan...

Karena gw cinta lo gw lepasin semua mimpi gw buat bareng2 lo
 Menguburnya dalam2
Karena saking cintanya gw, gw relain lo bahagia bukan dengan gw
Gw simpan isak ini untuk diri gw sendiri
Gw gak pernah bisa baca seperti yang orang lain lihat dimata lo dalamnya cinta lo buat gw

Meski gw tau jauh dilubuk hati ini cuma lo yang bisa bikin gw nyaman
Dan gw tau seberapapun jauh lo pergi, nyakitin gw, cuma gw satu2nya yang terbaik buat lo

Gw tau itu
Sangat tau itu
Gw tau seperti apa hari2 gw nanti
Dengan lo...

Bahkan sakitnya jika bukan dengan lo gw habiskan sisa hidup ini
Seberapapun gw tau kita bisa kembali
Mencoba membenahi benang kusut ini
Tapi maaf gw gak bisa kembali
Gw gak bisa
Gw gak bisa mencintai lo seperti dulu lagi
Akan lain rasanya kembali mencintai lo setelah semua yang terjadi

Gw pergi bukan karena menyerah
Tapi gw memilih mencintai lo diam2
Tanpa harus bersama
Tanpa saling menyakiti
Tanpa saling pura-pura