Sepertinya saya telah gagal menjadi teman, sahabat bicara dari hati ke hati, Kekasih dan ..calon istri bagi jantung hati saya.
Tetesan yang turun dari matanya membuktikan terlalu dalam luka hatinya akan sebuah kehilangan. Perasaan kesepian sepertinya sesuatu yang sangat berharga tekah terampas dari hidupnya.
Saya ingat ucapannya "Airmata ini hanya untuk mereka yang ada di hati saya".
Guncangan tangis yang disandarkan di bahu saya, membuat saya sesak. Tidak mengertikah kalau ini melukai saya?
Karena saya merasa gagal menghapus duka diwajahnya menjadi senyuman, menjadi tempat pertama curahan hatinya, membagi cerita lucunya untuk saya.
Bahkan bukan saya yang bisa mendengar tawanya yang lepas! Seperti ada pembatas tipis transparan di antara kita. Tipis...tapi tidak bisa tersentuh. Saya hanya bisa melihat tanpa bisa terlibat. Seperti mengatakan " Ini teritorial saya!"
Padahal kalau saja ia mau, saya bisa lepaskan ini semua. Mengikhlaskan hati saya demi menukarnya untuk hati yang lain.
Demi kebahagiannya..
Karena sekuat apapun saya mencoba, tetap saja saya gagal menjadi tempat dia menitipkan hatinya.