Potret Kehidupan
polos, nakal, manja, menggemaskan
itu rupamu, hai bocah
Aku menatap kebelakang
ke 15 tahun yang lalu
Sama, tiada beda
bermain, bermanja dipangkuan bunda,
berceloteh seriang nyanyian burung
Dan menangis seperti bayi,
bila kau tak dapatkan keinginanmu
Seperti itulah hari-hari mu bocah
Aku melamun kemasa itu
Persis
Tapi belum tentu sama
Bila kau menjadi insan 20-an
Belajar, bekerja, mengasuh anak,
bahkan ada yang hanya tersenyum saja setiap harinya
karena mereka gila.
Ada banyak pilihan
tergantung peran yang kau mainkan
Kata orang "Jadi tuaitu pasti, tapi dewasa itu pilihan"
Terserah.
Apa yang kau pilih, itulah potret dirimu
