Mengenai Saya

Foto saya
perempuan dewasa muda yang hanya ingin bahagia lahir dan bathin...

Sabtu, 06 November 2010

Cerita ini hanya untuk Saya saja (bag 2)...!

Senang itu tidak saja hanya antara aku dan kamu...
Tetapi juga antara aku, kamu, mereka...
Kita semua...

Cerita ini hanya untuk Saya saja...!

Sepertinya saya telah gagal menjadi teman, sahabat bicara dari hati ke hati, Kekasih dan ..calon istri bagi jantung hati saya. 
Tetesan yang turun dari matanya membuktikan terlalu dalam luka hatinya akan sebuah kehilangan. Perasaan kesepian sepertinya sesuatu yang sangat berharga tekah terampas dari hidupnya. 
Saya ingat ucapannya "Airmata ini hanya untuk mereka yang ada di hati saya". 
Guncangan tangis yang disandarkan di bahu saya, membuat saya sesak. Tidak mengertikah kalau ini melukai saya?
 Karena saya merasa gagal menghapus duka diwajahnya menjadi senyuman, menjadi tempat pertama curahan hatinya, membagi cerita lucunya untuk saya. 

Bahkan bukan saya yang bisa mendengar tawanya yang lepas! Seperti ada pembatas tipis transparan di antara kita. Tipis...tapi tidak bisa tersentuh. Saya hanya bisa melihat tanpa bisa terlibat. Seperti mengatakan " Ini teritorial saya!" 

Padahal kalau saja ia mau, saya bisa lepaskan ini semua. Mengikhlaskan hati saya demi menukarnya untuk hati yang lain.

Demi kebahagiannya..

Karena sekuat apapun saya mencoba, tetap saja saya gagal menjadi tempat dia menitipkan hatinya.

Rabu, 27 Oktober 2010

Bukan Saya...

Mungkin bukan saya orangnya
yang Anda cari sebagai Istri
Bukan karena saya rendah diri
Tapi karena bukan  Saya yang sebenar-benar dihati

"Hanya Kita"

Hitam ....putih...
Langit ... bumi...
Warna ... warni...
Asyik sok asyik...gak asyik..
Anak metal versus dangdut mania...
Geng Band dengan santri masjid...
Trus kenapa dengan itu?

Hanya satu keinginan...
Kamu, 
Mereka,
Aku, 
Kita..
Bisa nongkrong bareng
Hanya sesederhana itu...

Rabu, 20 Oktober 2010

"Me vs Jablay"

Mencoba petualang baru
sore itu dengan Oom paruh baya
ku di ajak berkeliling kota 
ku ikut saja

dia berkata " saya pusing, tapi bukan masalah kerjaan"
sambil melirik nakal,
aku tau maksudnya,
apalagi kalau bukan soal "itu"
urusan perut kebawah

hehehe...
terlalu cepat pikirku

santai sajalah Oom...
aku hanya ingin bertualang
sembari merasai rasanya naik mobil mewah, makan gratis dan jalan-jalan
bukannya itu yang Oom ucapkan padaku?
"ayuk jalan-jalan"

Minggu depan Oom mengajak lagi
Untuk santai, asoy, geboy dipuncak
Aku bilang "sedang  musim hujan"
"Tidak apa, kita bisa saling menghangatkan" jawab Oom  


Waduh Oom!
Aku bukan jablay

Aku juga tidak bohay
Jangan lebay menilaiku Oom
Aku hanya ingin santai..
Oke!

EMOSI TINGKAT TINGGI!!!!

Lelaki ku dan Jablay...


ANJRITTTTTT!!!!!!!

Pulangku mencari belati

Menusuk diri

Sampai mati

Hingga hilang sesal hati

dan mengubur diri

  ***


Taiiiiiiiiiii!

Lonte sajalah otakmu

dengan susu menggantung

dan puting yang membusung

itu sukamu kan?

Kelak kan kupotong jadi beberapa bagian

Kusajikan di piring makan

hingga kau telan sampai muntah

atau berayun-ayun busuk dalam perut

suka-sukamulah!

Kamis, 07 Oktober 2010

"berharap sajalah..."

Tidak bermaksud mengganggu
Tidak juga mencampuri
Apalagi sampai mematai
Dengan kehadiranku di antara kalian
Semata hanya ingin lebih mengenal "dia"
Dalam warna yang lain
Warna yang berbeda
Warna yang tidak biasanya aku lihat

Jika ini telah salah
Jika ini berlebihan
Maka aku "usaikan" ini sekarang

Jumat, 06 Agustus 2010

MONOLOG Perut....

menunggu...
bosan..
yaahh...
dia bernyanyi
siapa?
Dia, perutku...
Lapar sekali...
Lupa mengisi?
Kantong?
Ya dua-duanya...
Kasihan...
Eits...jangan bilang itu!
Terutama di depannya
Bisa runyam 
Kenapa?
Nanti nangis
Sensitif sekali ?
Memang!
Lagi "dapet"?
Tidak..
Lagi sakit?
Tidak juga
Trus kenapa?
lagi sensitif
Huh!
Perempuan aneh!
Eits...jangan bilang begitu!
Kenapa lagi sih?
Dia tidak aneh,
cuma gila
Lihat saja..
dari tadi bicara sendiri...

Kamu (Amel) Manis seperti LollyPop

Hey kamu!
Siapa ya?
Apa kita kenal?
Kamu seperti tidak asing
Rupamu mengingatkanku akan itu.
itu apa?
Aku lupa.
Kamu kenapa begitu?
Begitu dengan pacarku
Mencuri hatinya.
 Dan dia lupa akan aku.

Dia bilang "kamu manis"
Mereka juga bilang kamu manis
Banyak yang bilang kamu manis banget!
Semua yang lihat bilang kamu manis
Dan mereka bilang kamu seperti itu
Tapi apa ya?
Aku mengingat-ingat 

Ingat tidak?
Kita sudah kenalan, marahan, baikan, berteman 
dan pacarku pun sudah kembali padaku
tapi dia tetep bilang kamu manis.

Aha!
Aku ingat kamu seperti apa
Aku suka sekali dengan itu
Dulu sekali, sejak aku suka gulali
Ya kamu seperti permen LollyPop
Lucu, warna-warni dan manis
Dan memang harus ku akui kamu manis
manis seperti LollyPop

it's dedicated to Amel
You're very beautiful and sweeeeeet like LollyPop...^-^

Jawab Saya....

Kekasihku terpuruk disana
Berkubang saja dikamar berjeruji itu
Kamu kenapa?
Lihatlah, matamu hitam sehitam jelaga
Dan baumu busuk seperti gembel!

Tenang sayang,
Aku disini
Mari bercerita, aku mendengar
Ooohh kamu murka karena bosmu yang seperti banci
itu hanya duduk-duduk saja dibalik meja,
sambil memainkan buah pelirnya seharian.
 Dan temanmu yang bujang tak ubahnya begitu?
Sementara kamu memeras keringat untuk mereka.

Tak usah menrajuk begitu
Ingat selalu kata guru ngajiku
"Lakukan semua dengan ikhlas"

Ayo bangun dan mandilah,
Kita pergi
Aku sudah siapkan senapan dan 2 peluru
"Mari lakukan dengan ikhlas"

The question : Apa sepasang kekasih gila itu bunuh diri bersama?
                        Atau malah menembak yang lainnya...?

Jumat, 16 Juli 2010

Patah Hati.....:'(

Suatu kesalahan telah memujamu begitu rupa,
Menghayalmu terlalu tinggi,
dan mengharapmu begitu pasti 
Kalau akhirnya sakit juga yang aku rasakan
Saat terhempas, saat tersisihkan, saat semua ternyata tak untukku
Hanya mainkah aku?

Baru kemarin bahagia itu aku rasakan,
saat hatiku bergertar disentuhmu
Saat ku malu-malu menatapmu
Saat kau panggil aku begitu "imut"
Saat coklat manismu kucicipi
Baru 24 jam lalu aku melambung tinggi karenamu,
Baru semalam saja aku bermimpi tentangmu.
Ternyata sakit juga aku yang rasakan.

Untung sajak penuh cinta itu belum pernah aku tuliskan
Bahkan liriknya saja sudah tak begitu ingat
Padahal baru saja kemarin aku merangkai kata-katanya
sambil berlari-lari di terowongan bawah jembatan..
Tak kuhiraukan tatapan aneh orang-orang yang lalu lalang
saking bahagianya aku berkhayal tentangmu...
sakit...sakit...aku di buatmu..
Ngilu bercampur malu karena sukamu palsu
Dan aku bertanya "apa kau hanya ingin menggodaku saja?"

Patah hatiku membuatku menjauh dari rumahku
Patah hatiku menghilangkan laparku
Patah hatiku membuatku gila
Tapi patah hatiku tak bisa membuatku jauh darimu...
Ya sudahlah....

Jumat, 04 Juni 2010

Dahulu...saat masih 2002

Potret Kehidupan

polos, nakal, manja, menggemaskan 
itu rupamu, hai bocah
Aku menatap kebelakang 
ke 15 tahun yang lalu
Sama, tiada beda
bermain, bermanja dipangkuan bunda,
berceloteh seriang nyanyian burung
Dan menangis seperti bayi,
bila kau tak dapatkan keinginanmu
Seperti itulah hari-hari mu bocah

Aku melamun kemasa itu 
Persis
Tapi belum tentu sama 
Bila kau menjadi insan 20-an
Belajar, bekerja, mengasuh anak, 
bahkan ada yang hanya tersenyum saja setiap harinya 
karena mereka gila.


Ada banyak pilihan 
tergantung peran yang kau mainkan
Kata orang "Jadi tuaitu pasti, tapi dewasa itu pilihan"
Terserah.
Apa yang kau pilih, itulah potret dirimu 

SELAKSA MAKNA MERAH JAMBU

Aku berkisah pada bintang
tentang cinta yang mengambang
Tentang rindu yang menggunung
Menjadikannya sebuah nafsu dan bukan hanya sekedar asa

Aku juga bercerita kepada bulan kenapa kelam menyelimutiku
Kenapa suram yang membayangi 
Kenapa hanya kehampaan yang merajai hati
Kenapa harus bimbang yang menjawab...

Akhirnya...
Dia mengikis goresan merah jambu yang sempat ku torehkan didadanya 
Dan menjadikannya putih kembali

Sejuta makna tercipta dari lakunya 
Seakan dia yang berhak berucap "Aku adalah Raja"
Pantas atau tidak pantas aku menjadi permaisuri bagi kerajaan hatinya

Aku masih terus memuja Rajaku yang congkak
Tak peduli sumpah serapahnya 
Ataupun tatapannya yang setajam mata pedang 
Dan dalam kebisuan kata yang membuat nyaliku ciut

 Bulan dan Bintang mengolokku "Kau Bodoh!" katanya.
Aku tersenyum...
Bukankah cinta butuh pengorbanan?